Menu Sederhana

Office Address

123/A, Miranda City Likaoli Prikano, Dope

Phone Number

+0989 7876 9865 9
+(090) 8765 86543 85

Email Address

info@example.com
example.mail@hum.com

Tim PkM UMBY Gelar Outing Class “Sekolah Hijau” untuk Tingkatkan Kapasitas Bank Sampah Kalen Duit

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersama STIM YKPN menggelar *outing class* "Sekolah Hijau" di Ledok Sambi, Pakembinangun, Kabupaten Sleman, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen berbasis digital, memperkuat tata kelola organisasi, serta mendorong pengembangan usaha.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) YKPN menyelenggarakan kegiatan outing class di kawasan wisata Ledok Sambi, Pakembinangun, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian program "Sekolah Hijau" yang telah dilaksanakan selama dua bulan. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas manajemen berbasis teknologi digital bagi pengurus Bank Sampah Kalen Duit di Kampung Sapen, Kota Yogyakarta, sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi dan pengembangan usaha.

Bank Sampah Kalen Duit yang berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan saat ini memiliki 47 anggota aktif. Setiap bulan, bank sampah tersebut mampu mengelola sekitar 450 kilogram sampah anorganik dengan omzet rata-rata mencapai Rp700.000. Untuk mendukung peningkatan kinerja dan pengembangan organisasi, tim PkM memberikan sesi berbagi pengetahuan mengenai manajemen serta mendampingi penyusunan program kerja berbasis digital secara partisipatif menggunakan metode metaplan.

Ketua Tim PkM UMBY, Prof. Dr. Dorothea Wahyu Ariani, menyampaikan berbagai strategi pengembangan organisasi kepada 10 pengurus Bank Sampah Kalen Duit, serta perwakilan Ketua RW dan Ketua PKK, guna mendorong bank sampah agar semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Menurut Prof. Ariani, pengelolaan bank sampah perlu didukung dengan penerapan fungsi-fungsi manajemen yang baik, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan pengawasan, hingga evaluasi secara berkala. Selain itu, pengembangan unit usaha juga perlu dilakukan, misalnya melalui produksi aksesori maupun kerajinan berbahan daur ulang seperti plastik, kain perca, dan kemasan bekas yang dipasarkan melalui media sosial maupun marketplace.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari STIM YKPN, yaitu Dr. Alifah Widya Rachmawati, S.E., M.M., dan Dra. Tri Harsini Wahyuningsih, M.Si. Dalam paparannya, Tri Harsini menekankan pentingnya strategi mempertahankan partisipasi anggota sebagai salah satu faktor keberlanjutan organisasi.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan anggota dapat ditingkatkan melalui pemberian apresiasi, misalnya berupa paket sembako bagi anggota yang paling aktif melakukan transaksi. Selain itu, penerapan sistem insentif yang terstruktur bagi pengurus juga dinilai penting untuk meningkatkan motivasi serta mengoptimalkan kinerja organisasi.

Melalui kegiatan ini, Tim PkM UMBY berharap Bank Sampah Kalen Duit dapat terus berkembang menjadi organisasi yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan yang lebih besar bagi masyarakat.

dorong-bank-sampah-kalen-duit-naik-kelas-tim-pkm-umby-gelar-outing-class-sekolah-hijau.jpeg

Pada kesempatan yang sama, fasilitator lapangan, Awan Santosa, S.E., M.Sc., CIPE., menekankan pentingnya penyusunan program kerja dan rencana anggaran secara berkala sebagai dasar pengelolaan organisasi yang lebih profesional.

Menurut Awan, setiap kebutuhan pendanaan perlu dipetakan sejak awal beserta berbagai alternatif sumber pembiayaannya. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi aspek penting yang harus dioptimalkan dalam pengembangan usaha bank sampah. Ia mendorong pengurus untuk memanfaatkan perangkat smartphone sebagai sarana pemasaran digital melalui berbagai platform, seperti WhatsApp Business, Instagram, Facebook, serta marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, guna memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan.

Upaya penguatan manajemen dan digitalisasi yang diinisiasi melalui program Sekolah Hijau mendapat apresiasi positif dari mitra kegiatan. Ketua Bank Sampah Kalen Duit RW 07, Eni Sumaryati, menyampaikan bahwa program pendampingan yang berlangsung selama dua bulan tersebut memberikan manfaat nyata bagi pengurus dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan organisasi.

Menurut Eni, materi dan pendampingan yang diberikan sejalan dengan kebutuhan Bank Sampah Kalen Duit untuk mengembangkan organisasi agar lebih profesional dan siap menghadapi tantangan di era digital. Ia berharap kerja sama dan pendampingan dari tim akademisi dapat terus berlanjut sehingga kemampuan pengurus, baik dalam mengelola organisasi maupun memasarkan produk hasil olahan anggota secara digital, semakin meningkat.

Lebih lanjut, Eni menjelaskan bahwa keberadaan Bank Sampah Kalen Duit telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan Kampung Sapen serta mengurangi volume sampah yang dikirim ke depo sampah, bank sampah juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga melalui sistem tabungan hasil pengelolaan sampah, sehingga turut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bagikan:
Admin Web lppm
Author

Admin Web lppm

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *

Pengalaman Anda di situs ini akan ditingkatkan dengan mengizinkan cookie.