PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY Olah Ampas Kelapa Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Kalurahan Depok
Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS Akuntansi) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 menggelar pelatihan pembuatan kerupuk ampas kelapa bagi masyarakat Padukuhan 4 dan Padukuhan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.
Kulon Progo – Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPS Akuntansi) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026 menggelar pelatihan pembuatan kerupuk ampas kelapa bagi masyarakat Padukuhan 4 dan Padukuhan 11, Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo. Program yang didukung pendanaan Belmawa ini bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal dan pengembangan ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan ini berangkat dari potensi kelapa yang melimpah di Kalurahan Depok, namun selama ini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Melalui pelatihan yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 Juli 2026 dan diikuti 34 peserta dari dua padukuhan tersebut, warga diperkenalkan pada berbagai inovasi pengolahan kelapa agar menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Selain pelatihan pengolahan kelapa, tim PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY juga mengenalkan inovasi pemanfaatan ampas kelapa yang selama ini dianggap sebagai limbah. Ampas hasil produksi Virgin Coconut Oil (VCO) diolah menjadi kerupuk melalui proses pencampuran dengan tepung dan bumbu, kemudian dikukus, diiris tipis, dijemur, hingga digoreng. Inovasi ini diharapkan mampu menerapkan konsep zero waste sekaligus membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Ketua HMPS Akuntansi UMBY, Muhammad Prilleo, menyampaikan bahwa program PPK Ormawa menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat. Ia berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan menjadi usaha rumahan yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Senada dengan itu, Dosen Pendamping Lapangan PPK Ormawa HMPS Akuntansi UMBY, Ika Wulandari, S.E., M.M., mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan HMPS Akuntansi yang untuk keempat kalinya memperoleh pendanaan PPK Ormawa dari Belmawa. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan program yang inovatif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dukuh 11, Harsono, yang menilai pelatihan ini sesuai dengan potensi wilayah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap keterampilan yang telah diperoleh warga dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan menjadi usaha produktif sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat setempat.
Admin Web lppm
Tinggalkan komentar
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang wajib diisi ditandai *