Profil

usat Studi Kewirausahaan

Oleh :

Awan Santosa, S.E, M.Sc (Ketua)

A.      LATAR BELAKANG

1. Eksternal

1.1.             Indonesia masih sangat tergantung pada impor berbagai produk dan jasa dari luar negeri, padahal begitu banyak potensi SDA yang (sayangnya) belum dimanfaatkan, yang jika dapat dikelola dengan baik dapat menjadi solusi bagi persoalan pengangguran terbuka yang sampai saat ini masih mencapai sekitar 9 juta jiwa (900 ribu di antaranya adalah sarjana).

1.2.             Masih banyak daerah, desa, koperasi, dan ekonomi rakyat (usaha mikro) yang belum dapat mengelola potensi bisnisnya dengan baik, sehingga sampai saat ini belum mampu mandiri, bahkan sebagian besar masih berada dalam posisi marjinal, oleh karenanya perlu dukungan (kemitraan) dari wirausahawan perguruan tinggi.

1.3.             Mulai tahun 2009 pemerintah berkomitmen untuk memajukan industri (ekonomi) kreatif dan kewirausahaan sebagai pilar kemandirian bangsa, yang salah satu upayanya adalah dukungan untuk pendirian 300 Pusat Studi Kewirausahaan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia dengan dukungan pendanaan sekitar Rp. 100 milyar/tahun.

1.4.             Komitmen pemerintah ini dalam waktu dekat akan diwujudkan melalui program insiasi muatan kewirausahaan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, yang secara konsepsional disebut sebagai Kewirausahaan Berbasis Ilmu Pengetahuan (Knowledge Based Entrepreneurship).

2. Internal

2.1.             UMBY memiliki visi “angudi mulyaning bangsa”, yang dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam membangun kemandirian ekonomi bangsa, melalui kiprah kader-kader wirausahawan (murni dan sosial) dari segenap elemen civitas akademika yang ada.

2.2.             UMBY memiliki berbagai potensi produk dan jasa yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah lama dikembangkan oleh berbagai Program Studi yang ada, namun belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat luas (pasar).

2.3.             UMBY memerlukan alternative income, demikian pula dosen, karyawan, dan mahasiswa-nya, sehingga hal ini perlu diwadahi dalam satu disain (format) bisnis murni dan bisnis sosial, yaitu bisnis yang selain dapat menjadi saranaincome generating namun juga dapat menjadi media pengembangan keilmuan/keahlian (expertise) mereka.

2.4.             UMBY memerlukan jejaring yang cukup solid dengan institusi pasar (semisal sekolah, koperasi, perusahaan, dsb), yang dapat diwadahi dalam satu disain bisnis murni dan bisnis sosial yang connecting di institusi tersebut.

Berdasar kedua latar belakang (eksternal dan internal) di atas maka dipandang perlunya didirikan Pusat Studi Kewirausahaan di Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan 4 sektor (elemen) orientasi dan basis, yaitu civitas akademika (khususnya mahasiswa), sektor ekonomi rakyat (koperasi, UMKM), desa, dan pemerintah daerah.

B.      VISI

“Mewujudkan Komitmen “Angudi Mulyaning Bangsa” Dengan Menjadi Pusat Kewirausahaan dan Kemandirian Bangsa Yang Unggul dan Terdepan di Indonesia”.

C.      MISI

1)         Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan studi kewirausahaan untuk mewujudkanEntrepreneur University.

2)         Melakukan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) ekonomi kreatif dan kewirausahaan murni/sosial pada sektor basis.

3)         Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan murni, kewirausahaan sosial (social entrepreneurship), dan ekonomi kerakyatan.

4)         Melakukan pendampingan usaha kepada mahasiswa, koperasi & UMKM, desa, dan pemerintah daerah.

5)         Menyebarluaskan gagasan kewirausahaan murni, sosial, dan ekonomi kerakyatan melalui penerbitan publikasi.

6)         Mengembangkan jaringan kemitraan dengan berbagai lembaga yang se-visi dalam membangun kemandirian bangsa.

D.      SASARAN DAN RUANG LINGKUP

1)         Civitas akademika (khususnya mahasiswa)

2)         Sektor ekonomi rakyat (koperasi, UMKM)

3)         Desa

4)         Pemerintah daerah.

E.       BIDANG, PROGRAM, DAN KEGIATAN

1) Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

1.1.           Membantu pengembangan kurikulum berbasis kewirausahaan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi

1.2.           Membantu pengembangan kurikulum Program Studi di UMBY yang bermuatan kewirausahaan

1.3.           Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan murni/sosial dan ekonomi kerakyatan kepada civitas akademika dan masyarakat luas baik secara langsung (in-house training) maupun melalui internet (on line training), dengan beberapa produk pelatihan sebagai berikut:

a.       Pelatihan Kewirausahaan Untuk (Entrepreneurship for):

a)     Kaum Dhuafa (The Poors)

b)     Pensiunan (The Pensioners)

c)      Perempuan (The Woman)

d)     Pelajar dan Mahasiswa (The Students)

e)     Koperasi (The Cooperative)

f)       Petani (The Farmers)

g)     Karyawan (The Workers)

b.       Pelatihan Kewirausahaan Sosial Untuk (Sociopreneurship for):

a)     Pemerintah lokal/desa (The local government)

b)     Pemuda Desa (The Youth)

c)      Pelajar dan Mahasiswa (The Students)

d)     Guru

e)     Dosen

c.       Pelatihan Ekonomi Kerakyatan Untuk (Ekora for):

a)       Serikat Pekerja (Labor Union)

b)       Petani (The Farmers)

c)        LSM (NGO)

a)       Pemerintah Daerah (The local government)

d)       DPRD

e)       Media Massa (Pers)

f)        Guru/Dosen Ekonomi

g)       Koperasi (The Cooperative)

h)       Mahasiswa (The Students)

d.       Pelatihan Kewira-pertanian Untuk (Agripreneurship for):

a)       Pensiunan (The Pensioners)

b)       Mahasiswa Pertanian

e.       Pelatihan Kewira-teknikan Untuk (Technopreneurship/IT-preneurship for):

a)       Mahasiswa Teknik Informatika

b)       Mahasiswa Teknik secara umum

2) Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) (Research and Development/R&D)

2.1.             Pembuatan Database (Profil) potensi dan pasar produk dan jasa yang ada di lingkungan  kampus dan sektor basis binaan dan pembuatan website.

2.2.             Pembimbingan pembuatan proposal kewirausahaan dan rencana bisnis (Business Plan) bagi staf pengajar dan mahasiswa UMBY dari dana eksternal misalnya dari DIKTI dll.

2.3.             Pengembangan inkubator kewirausahaan kampus melalui pembinaan dan fasilitasi unit usaha civitas akademika UMBY dalam hal produksi, permodalan, pemasaran, aplikasi IPTEK, dan pengembangan jaringan.

2.4.             Pengembangan jaringan melalui Penggalangan dana (permodalan) usaha dampingan ke berbagai pihak (sponsor): BUMN, BUMD, Koperasi Simpan Pinjam, PT, dsb, kerjasama (kemitraan strategis) dengan berbagai lembaga se-visi, dan penyebarluasan Profil Pusat Studi (Company Profil) yang memuat produk dan jasa yang tersedia ke jaringan (mitra) potensial

2.5.             Pembuatan Mercu-mart; sebagai inkubator ekonomi kreatif dan kewirausahaan murni /sosial, serta outlet pasar bagi produk & jasa civitas akademika dan masyarakat binaan, sekaligus titik temu (meeting-pot) antarcivitas akademika sebagai modalitas budaya diskusi.

2.6.             Penyelenggaraan ekspose (seminar) dan bedah buku kewirausahaan murni, sosial, dan ekonomi kerakyatan

2.7.             Penerbitan dan atau penjualan buku-buku dan paper kewirausahaan murni, kewirausahaan sosial, dan ekonomi kerakyatan

2.8.             Penyelenggaraan Sociopreneur Contest dengan berbagai kategori: antar SMA, antar PT, dan antar Desa di Indonesia.

2.9.             Pemberian Entrepreneur Award dan Sociopreneur Award masing-masing bagi 1 mahasiswa UMBY dan 1 tokoh masyarakat (desa) di Indonesia setiap 1 tahun sekali (upacara wisuda/Dies)

3) Bidang Pemberdayaan Masyarakat

3.1.             Program inkubator kewirausahaan melalui pembinaan dan fasilitasi unit usaha masyarakat dalam hal produksi, permodalan, pemasaran, aplikasi IPTEK, dan pengembangan jaringan.

3.2.             Program Klinik Kewirausahaan Sosial (KliKs); dengan visi One Village One Sociopreneur (OSOP) dan One Village One Student (OVOS), KliKs memberikan pendampingan usaha kepada sektor basis meliputi:

a)                   Lembaga/unit usaha (koperasi, UMKM, dan LKM)

b)                   Area (Desa)

c)                    Kelompok/unit/tim usaha mahasiswa UMBY; yang akan terfokus pada empat keahlian (expertise) yang ada di UMBY: agripreneur, technopreneur, psikopreneur, dan ekorapremeur, dan mahasiswa akan disiapkan pula untuk menjadi professional: marketer, writer, trainer, internet marketer, dsb

d)                   Pemerintah Daerah (Dinas/Instansi)

3.3.             Program Klinik Ekonomi Kerakyatan (Klera); konsultasi dan asistensi metode dan praktek aplikasi ekonomi kerakyatan di tingkat lokal (desa) di setiap aspek kegiatan ekonomi. Program Kliks dan Kliera akan dikerjasamakan dengan radio dan TV menjadi acara talkshow interaktif secara berkala.

F.       SEKRETARIAT

Kantor Pusat Studi ada di Kampus Jl Wates Km 10. Kontak (informasi) dapat menghubungi: Awan Santosa, Ph:08161691650, 081915520688, website: www.mercubuana-yogya.ac.id, email/YM: satriaegalita@yahoo.com

Keterangan:

1.      Pasar ada di dalam kampus (dosen, karyawan, mahasiswa, dan di luar (buat outlet sejenis di tempat lain seperti sekolah (SMA/MAN), pesantren mitra dan konsinyasi dengan pemilik usaha (outlet) di jalan (tempat2) strategis.

2.      Pengelolaan dilakukan secara kolektif oleh dosen & mahasiswa (di bawah Pusat Studi Kewirausahaan) dengan pola bagi hasil antara pemilik lahan (universitas), pengelola, pemasok, petugas jaga mercu-mart, dan pihak terkait lainnya.

3.      Modal awal diperlukan untuk membangun sarana-prasarana seperti: pengadaan ruang tambahan, meja-kursi-payung, etalase, plang nama, banner, promosi, dsb.

Comments are closed